Menikmati rindangnya pepohonan mangrove di hutan payau

Memanfaatkan kawasan hutan bakau atau mangrove, obyek wisata di segara anakan donan Cilacap ini diberi nama Hutan Payau. Diberikan nama Hutan Payau karena hutan bakau atau mangrove biasanya tumbuh di kawasan segara anakan dengan kondisi yang air payau.
Air payau sendiri berarti air hasil campuran dari air laut asin dengan air tawar dari hulu sungai. 
Hutan Payau Cilacap
Menurut berbagai sumber, tidak semua jenis tanaman dapat bertahan hidup di kawasan air payau, hanya tanaman tertentu saja yang bisa bertahan hidup di kawasan dengan salinitas dan pasang surut air yang tinggi.
Akar pohon mangrove ada kalanya tergenang air payau
Kadang kala pohon-pohon bakau di kawasan Hutan Payau akan terlihat juntaian akar-akarnya, namun ada kalanya akar-akar pohon bakau tersebut justru terendam air yang sedang pasang. Mengamati dan mencocokan pohon-pohon bakau yang ada di Hutan Payau Cilacap, jenis pohon Bakau Rhizopora apiculata lah yang banyak hidup di kawasan ini.
Saat surut akar pohon bakau terlihat jelas
Akar-akar bakau Rhizopora apiculata yang menjuntai kokoh ke dalam lumpur dan juga dedaunannya yang tebal dan lebat menjadikan kawasan wisata ini terlihat rapat bak hutan dan selalu sejuk oleh rindangnya dedaunan dari pohon-pohon bakau.
Rindang karena rapatnya dedaunan pohon bakau
Rupanya kondisi inilha yang pada akhirnya membuat kawasan pepohonan bakau di desa Tritih Cilacap ini dimanfaatkan menjadi obyek wisata alam bernama Hutan Payau.

Bukan wisata baru

Wana wisata Hutan Payau ini di Cilacap sebenarnya buka merupakan tempat wisata baru, namun sudah ada cukup lama. Seingat saya pada era tahun 90an Hutan Payau sudah ada. Dahulu sebelum ada media sosial dan tingkat kebutuhan masyarakat akan liburan dengan berwisata belum seperti sekarang, Hutan Payau kurang diminati sebagai tempat berwisata.
Hewan khas kawasan air payau
Beda hal dengan kondisi saat ini, tempat ini hampir selalu ramai di hari-hari biasa, apalagi hari libur. Selain karena kebutuhan akan hiburan berwisata, media sosial juga turut mengubah pola pikir masyarakat tentang berwisata. Selain berwisata untuk menghibur diri, tren berwisata sambil berburu foto rupanya mampu mengubah minat orang untuk berwisata.
Eh, mancing malah dapat udang air payau
Iya, begitulah..wisatawan berwisata biasanya demi berburu foto-foto keren untuk diunggah ke laman media sosial mereka. Bagaimanapun, media sosial dan perkembangan teknologi internet memang mampu berpengaruh postif terhadap segala bidang dan termasuk dunia wisata.

Tiket masuk.

Untuk tiket masuk obwis Hutan Payau, kita tidak harus merogoh dompet dalam-dalam kok. Cukup 7 ribu rupiah saja per orang, murah bukan? Sedangkan jika ingin berfoto ria di spot-spot foto yang ada di dalam Hutan Payau, kita masih harus membeli tiket lagi, tapi tidak mahal.
Jembatan bambu di tengah-tengah pepohonan bakau
Hanya sekitar lima ribu sampai dengan delapan ribu yang termahal di spot foto semacam jaring laba-laba.

Berperahu menyusuri segara anakan.

Untuk yang tertarik berwisata air, di Hutan Payau juga ada perahu yang dikhususkan bagi wisatawan menikmati alur segara anakan Tritih. Lagi-lagi tiketnya juga nggak mahal, hanya sepuluh ribu rupiah saja.
Permainan anak-anak juga ada lho
Masih banyak cerita unik berwisata di Hutan Payau Cilacap. Semisal memancing udang di air payau, berjalan di jembatan bambu yang berada di atas akar-akar bakau, atau menikmati seporsi Lotek dan mendoan di bawah rindangnya pohon-pohon bakau.

Semuanya tidak bisa saya tuliskan satu-persatu disini, jadi yang penasaran bisa langsung meluncur ke TKP aja ya. Ngga nyesel kok !

Salam
arikus

Postingan terkait:

8 Tanggapan untuk "Menikmati rindangnya pepohonan mangrove di hutan payau "

  1. mantab nih buat liburan sama keluarga

    BalasHapus
  2. Ini pintu masuknya lewat mana ya mas? Pengen ke Cilacap sekalian nyari destinasi lain ehhehehhe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lewat jalan Nusantara Mas, tepatnya sekitar pabrik semen Holcim Cilacap

      Hapus
  3. Adem mangrove tuh. Buat neduh pas siang2 :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul Mas, apalagi kalo masih muda dan lagi PDKT..kayaknya sueger buger jadinya..btw saya dah umur, jadi cuma ngebayangin muda lagi disini..qiqiqi

      Hapus
  4. Destinasi pilihan klo berkunjung ke Cilacap, htmnya juga ga terlalu mahal

    BalasHapus