Menjadikan hobi sebagai pekerjaan


Tebalnya mendung dan rintik air hujan sore ini mulai memaksa beberapa pemotor berhenti untuk mengenakan jas hujannya. Satu diantara pemotor tersebut adalah saya yang mulai merasakan tetesan air hujan mulai mengenai wajah dan membasahi jaket.
Sayangnya, menggunakan jas hujan bagi saya adalah sebuah aktivitas yang sering saya hindari dan hanya  saya lakukan jika kondisi sangat terpaksa saja.

Om.Eko sibuk memasukkan dagangannya karena hujan

Memilih berteduh

Karena enggan menggunakan jas hujan, mencari tempat berteduh menghindari hujan adalah menjadi sebuah pilihan yang harus saya lakukan tadi sore. Di tengah semakin derasnya air hujan yang turun, rupanya keberuntungan masih menyertai saya ketika mencari pinggiran toko atau kios untuk tempat berteduh menunggu redanya air hujan.

Kebetulan saat derasnya air hujan turun, saya justru sedang dekat dengan sebuah kios burung langganan saya. Meskipun tidak terlalu intens mampir ke kios burung ini, tapi saya cukup akrab dengan pemiliknya yang masih tergolong remaja belia. Tanpa pikir panjang, motor segera saya tepikan di bawah pohon, dan saya pun berlari menepi di teras-teras kios burung tersebut.

Lumayan, batin saya..berteduh dengan orang yang dikenal diselingi obrolan sana-sini tentu akan mengikis rasa bosan ketika menunggu redanya hujan.

Ngalor-ngidul ngobrol tentang hobi perburungan di tengah derasnya hujan, saya justru melihat sisi lain dari Om. Eko pemilik kios burung tempat saya berteduh. Hampir 3 tahun lamanya, saya mengenal Om.Eko sebagai pemilik kios, 3 tahun juga saya menjadi saksi merangkaknya bisnis remaja belia ini dalam menjalankan usahanya seorang diri.
Meski dikelola seorang diri, kios burungnya terhitung cukup maju dan terus berkembang
Di usia yang belia, bermodal hobi dan tekad, dia memulai bisnis jual beli burungnya, kios yang 3 tahun lalu hanya berupa bangunan semi permanen kecil berukuran 3x3 meter saja, kini sudah membengkak ukurannya menjadi 2 kali luasnya dari ukuran bangunan semula.

Dari obrolan itu, saya melihat kesederhanaan dan sikap gemati “ngga neko-neko” pada diri Om.Eko, faktor itulah yang menjadikan bisnis kios burung miliknya bisa berkembang cukup maju dan tidak stagnant. Minimal usaha kios burungnya bisa mencukupi keuangan pribadinya dan juga bisa membantu keuangan kedua orang tuanya.

Satu hal yang membuat saya berempati adalah, ketika kebanyakan remaja seusianya sedang sibuk dengan renggekan meminta motor sport kekinian pada orang tuanya atau bahkan ada juga yang masih sibuk bermain dengan kenakalannya.  

Om.Eko justru sibuk memulai usahanya yang berangkat dari hobi sederhananya, ya hobi bermain burung kicauan. Dengan modal yang sangat minim saat memulai, remaja ini memulai bisnisnya dari burung-burung kecil dengan harga yang kecil juga.

Dimulai dari beberapa ekor burung dengan beberapa sangkar saja yang terpajang, kini kiosnya sudah dipenuhi dengan puluhan sangkar burung dengan isi burung dagangannya di dalamnya. Selain burung, tersedia juga berbagai aksesoris dan keperluan penghobi burung lainnya seperti  sangkar burung, wadah pakan burung, aneka jenis voer pakan burung, pisang dan bermacam-macam kebutuhan perburungan lainnya.

Inspirasi saya sore tadi adalah, mencari ide dan memulai sebuah bisnis ternyata tidak terlalu rumit. Menjadikan hobi sebagai pekerjaan adalah sebuah pilihan tepat dan cerdas, karena seluk beluk dan lika-liku hobi yang kita geluti bisa menjadi pondasi awal berjalannya bisnis yang kita rintis. Disiplin waktu dan pengelolaan keuangan yang baik juga merupakan kunci sukses atau tidaknya bisnis yang sedang kita mulai.


Postingan terkait:

5 Tanggapan untuk "Menjadikan hobi sebagai pekerjaan"

  1. Hobi bisa jadi mata pencaharian jika kita peka dan benar-benar menekuninya :-D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul Mas, termasuk hobi ngeblog..bisa menjadi pekerjaan dan sumber mata pencaharian juga lho...

      Hapus
  2. Wah teladan banget ini Om Ekonya, biasanya hobi burung ini ngabisin uang kayaknya, eh beliau malah mendapat penghasilan dari hobi itu. Keren...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul Mba, mungkin contoh paling mudah dan nyata untuk inspirasi memulai usaha dari hobi.

      Hapus
  3. keren ya mas eko ini ... semangat wirausaha dan kerja kerasnya
    memang kalau hobi jadi bisnis / kerjaan paling asyikk, pasti akan mengalami berbagai tantangan dan cobaan, karena hobi jadi tidak menyerah

    BalasHapus