TANDUR, nata mundur


Tandur merupakan istilah Jawa yang artinya menanam, ketika sawah sudah siap ditanami dan musim tanam sudah waktunya.
Maka prosesi menanam bibit pohon padi akan dikerjakan oleh kaum wanita di sawah dengan cara beramai-ramai.


Karena luasnya lahan sawah dan juga bibit padi yang ditanam teramat banyak, prosesi tandur ini pun harus dilakukan oleh beberapa pekerja. Agar bibit-bibit pohon padi yang akan ditanam bisa cepat selesai tertanam di pesawahan.

Prosesi menanam bibit pohon padi dilakukan menjelang hujan mulai turun atau minimal lahan sawah yang akan ditanami harus berair tetapi tidak banjir.

Dengan ketinggian air sebatas mata kaki orang dewasa, sawah dipastikan siap untuk ditanami bibit pohon padi yang sebelumnya terlebih dahulu disemai di lahan persawahan yang lain.

Mengapa disebut dengan Tandur ?. 

Bagi masyarakat Jawa, menanam bibit pohon padi biasa disebut dengan nama “Tandur”. Tetapi karena proses tandur pohon padi yang dilakukan dengan cara membungkuk dan mundur. Maka kemudian istilah tandur diperpanjang menjadi nata mundur, jika dalam bahasa Indonesia artinya Menata sambil terus mundur. 

Memang, menanam padi akan dimulai dari depan terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan belakangnya dan seterusnya, sehingga penanam bibit pohon padi  akan terlihat terus  mundur secara serempak bersamaan hingga batas pematang sawah.

Sedang beruntung !

Pagi tadi rupanya saya cukup beruntung, bisa mengabadikan moment-moment kekompakan para Ibu pejuang-pejuang pangan sedang bekerja bersama menanam bibit-bibit pohon padi penghasil beras yang merupakan sumber pangan utama masyarakat kita.

Berharap juga kelak sawah-sawah ini tetap menjadi sawah dan tidak berubah menjadi sebuah pemukiman penduduk apalagi berubah menjadi sebuah tempat industri dengan polusinya.

Postingan terkait:

2 Tanggapan untuk "TANDUR, nata mundur"

  1. paling senang lihat persawahan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul Mba.Winny, persawahan hijau sejuk pasti membawa kesan tersendiri..

      Hapus