Museum Dirgantara Jogja, destinasi wisata sejarah di Jogjakarta


Berwisata tidak selalu harus berkunjung ke sebuah tempat wisata pada umumnya, sesekali kita perlu juga mengajak anak-anak untuk mengunjungi sebuah museum atau tempat-tempat bersejarah untuk sekedar memperkenalkan pada anak tentang cerita sejarah di negeri ini.

Mengajak anak-anak berwisata mengunjungi sebuah museum bagi saya lebih menyenangkan, karena selain mendidik anak-anak mengenal sejarah. Berwisata ke sebuah museum juga bisa untuk memberikan edukasi tentang sejarah Indonesia kepada anak namun dibalut dalam suasana santai sembari berwisata.
Pesawat Hawk
Demikian halnya pada liburan panjang minggu yang lalu, karena anak saya tiga dan kebetulan kesemuanya laki-laki, mengunjungi museum Dirgantara Jogja dengan berbagai cerita dunia penerbangannya tentu akan disambut antusias oleh ketiga jagoan saya.

Museum Dirgantara menjadi tujuan pertama pada liburan panjang Paskah minggu lalu.

Museum Dirgantara Jogja

Untuk menuju Museum Dirgantara Jogjakarta tidak lah sulit, jika Anda dari dalam kota Jogja, ambil saja arah Solo yaitu melalui Jl. Solo dari dari depan Mall Ambarukmo Plaza terus ke arah timur dan sampai pada pertigaan Janti ambil arah belok kanan masuk ringroad.
Pesawat Bronco
Dari pertigaan Janti Anda cukup menyusuri jalan bawah saja dan terus ambil jalur lambat, tepat setelah jembatan layang pelankan kendaraan dan belok ke kiri memasuki kompleks Angkatan Udara Jogjakarta.

Yang perlu Anda lakukan ketika memasuki gerbang masuk kompleks perumahan TNI AU, Anda harus turun dan lapor pada petugas penjagaan untuk meminta ijin menuju Museum Dirgantara Jogjakarta.

Dari pos penjagaan jaraknya tidak terlalu jauh, mungkin hanya sekitar 300 meter kita sudah menemui area parkir dan juga pesawat-pesawat tua yang dipajang di halaman luar area Museum Dirgantara Jogjakarta.

Tiket masuk yang sangat terjangkau

Kunjungan Kami sore itu kebetulan berbarengan dengan rombongan Study Tour dari Bogor dan juga Jawa Timur, jadi suasanannya memang sangat ramai. Karena itu, saya beserta anak-anak memilih menunda masuk ke dalam gedung dan berjalan-jalan di sekitar gedung museum dan hangar pesawat. 
Pesawat Tupolev buatan Rusia
Di luar Museum pun, kita sudah bisa melihat-lihat beberap pesawat bekas yang juga dipajang untuk dijadikan koleksi museum. Di antaranya pesawat Bronco, Jet tempur Hawk, pesawat angkut amfibi dan juga helikopter AD.
Helikopter AD
Dan jangan kaget juga ketika kita sedang asyik melihat koleksi pesawat di luar museum,tiba-tiba terdengar raungan suara pesawat penumpang akan mendarat di Bandara Adi Sucipto Jogja yang juga dekat dengan kompleks museum dirgantara Jogja. 
Garuda Indonesia, akan mendarat di Adi Sucipto
Tentu pesawat penumpang komersil yang akan mendarat jaraknya sangat dekat dan terbang rendah sehingga suaranya terdengar menggelegar.

Suasana di dalam museum

Setelah suasana antrian siswa Study Tour sudah mulai berkurang, akhirnya Kami bisa juga masuk untuk melihat suasana dan koleksi museum di bagian dalam gedung. Untuk masuk ke dalam gedung museum, kita hanya diharuskan membeli tiket 4 ribu rupiah saja per orang. Saat itu Kami dihitung 4 tiket dan dikenakan biaya masuk hanya 16 ribu itupun hanya diharuskan bayar 15 ribu saja, wah masih kena diskon ya..
Baju seragam kedinasan TNI AU
Di dalam gedung museum Dirgantara Jogja, kita bisa melihat dan mempelajari lebih lengkap mengenai sejarah dunia Dirgantara di Tanah Air. Di dalam museum anak-anak bisa melihat sejarah pesawat terbang, sejarah tentang TNI AU, berbagai seragam kedinasan TNI AU dari awal hingga yang paling modern.
Hanggar pesawat di dalam Museum Dirgantara Jogjakarta
Selain itu, di dalam museum juga terdapat pesawat-pesawat dan beberapa jenis helikopter kuno yang tentunya memiliki nilai sejarah tersendiri dalam dunia penerbangan dan pertahanan udara di Tanah Air.
Koleksi Pesawat kuno di dalam Museum
Ada juga diorama yang menggambarkan sejarah dan perjalanan perjuangan TNI AU pada masa penjajahan Belanda dan perjuangan hingga pada terbentuknya sekolah Akademi Angkatan Udara di Maguwoharjo Jogjakarta.
Salah satu diorama
Jadi bagi saya dan Istri, mengajak anak-anak untuk berwisata ke Museum Dirgantara Jogja rasanya sangat memuaskan bermanfaat mengenalkan anak-anak tentang sejarah dari TNI AU dari masa penjajahan, perjuangan hingga sampai masa modern saat ini.

Selain bermanfaat bagi edukasi anak, berwisata sejarah di Museum Dirgantara juga bisa menjadi pilihan wisata murah di Jogjakarta.

Postingan terkait:

4 Tanggapan untuk "Museum Dirgantara Jogja, destinasi wisata sejarah di Jogjakarta"

  1. Seru di sini, bisa lihat banyak pesawat. Aku dulu msuk ke sini nggak bayar ehhehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dua kali kesini, anak-anak ngga pernah bosan Mas..selain asyik..tiketnya murah..hehehe

      Hapus
  2. masa kecil saya bahagia karena bisa naik pesawat sepuasnya di museum ini hahaha, kapan-kapan nostalgia main kesini ah

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha, bener Mas..gonta-ganti pesawat tapi pesawat diem..Jogja memang selalu ngangenin Mas..

      Hapus